Saturday, November 27, 2004

Uniknya di Jepang


Selama ini tidak pernah jadi perhatian elsa, setelah membaca sebuah artikel kiriman teman lewat sebuah milis, barulah sadar..ternyata memang hal-hal yang berkaitan dengan negeri Matahari Terbit ini, menarik untuk kita amati.

Yang Unik dan Menarik di Jepang

Dalam pergaulan di Jepang, saya sering mendapat pertanyaan : apa yang berkesan selama anda di Jepang ? Jawaban yang paling mudah adalah "di Jepang serba praktis". Tapi lama-lama jawaban ini membosankan, dan tidak membuka bahan ngobrol baru yang menarik. Saya coba renungkan beberapa hal yang dianggap wajar di Jepang, tapi bagi orang Indonesia terasa janggal, menarik, vice versa. Ternyata tidak mudah menemukannya. Mungkin karena saya sudah lama tinggal di Jepang, jadi yang unik dan menarik lewat begitu saja di depan hidung.

Satu, Di Jepang, angka "4" dan "9" tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar "4" dan "9". "4" dibaca "shi" yang sama bunyinya dengan yang berarti "mati", sedang "9" dibaca "ku", yang sama bunyinya dengan yang berarti "kurushii/sengsara"

Dua, Orang Jepang menyukai angka "8". Harga-harga barang kebanyakan berakhiran "8". Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800)

Tiga, Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu)

Empat, Drama detektif di TV, bunyi sirene (kyukyusha) biasanya muncul pada menit-menit awal. Di akhir cerita, sebelum perkelahian mati- matian biasanya penjahat selalu menceritakan semua rahasia kejahatannya.

Lima, Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet
(halaman muka berada di "bagian belakang").

Enam, Kita (orang Indonesia) dan rekan-rekan dari Asia Tenggara lainnya umumnya kalau jiko-shokai (memperkenalkan diri) sering memulai dengan "minasan, konnichiwa" atau "minasan, konbanwa". Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi untuk pendengaran orang Jepang, rasanya janggal, karena mirip siaran berita di TV. Seharusnya dimulai dengan langsung menyebut nama dan afiliasi. Misalnya "Tanaka ken M1 no Anto desu....dst.", tidak perlu dengan "Minasan..konnichiwa...".

Tujuh, Kesulitan pertama yang muncul dalam urusan administratif di Jepang, kalau ditanya : "family name anda apa ? ", karena kita tidak ada keharusan di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk mencantumkan family name.

Delapan, Kalau kita memperoleh undangan selalu meminta konfirmasi hadir atau tidak.

Sembilan, Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang : ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya mereka menuliskan dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas.
Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru/dibaca oleh orang lain.

Sepuluh, Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak dan talk show

Sebelas, Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di- service.

Duabelas, Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir atau automatically. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.

Tigabelas, Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/cap. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in. Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai
keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. Inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.

Empatbelas, Naik sepeda tidak boleh boncengan (kecuali memboncengkan anak- anak)

Limabelas, Ajakan makan bersama belum tentu berarti anda ditraktir, tapi bisa jadi bayar sendiri-sendiri.

Enambelas, Di Jepang sulit mencari mesin ketik

Tujuhbelas, Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung "satu", "dua", "tiga",.... dengan jari tangannya ? Kalau rekan-rekan perhatikan, ada perbedaan dengan kebiasaan orang
Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung "satu", jari kelingking ditegakkan. Menghitung "dua", jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya.
Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang "satu", maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Misalnya Nggak percaya ? Coba deh...jikken (coba) dengan teman Jepang anda.

Delapanbelas, Cara menulis angka : 7 (tujuh). Kebiasaan orang Indonesia selalu menambahkan coret kecil di kaki angka 7 (mirip huruf "NU" katakana). Di Jepang selalu dididik menulis 7 persis seperti huruf ketik (tanpa coretan nya orang Indonesia), jadi mirip huruf katakana "FU"
atau "WA" (katakana). Saat saya riset handwriting numeral recognition, saya lihat ratusan tulisan tangan orang Jepang tentang angka 7, dan tidak ada satu pun yang sama dengan yang "made in Indonesia".
Moral of the story : Hati-hati kalau menulis alamat, formulir atau dokumen lainnya di Jepang. Sedapat mungkin usahakan sama dengan standard Jepang. Kalau nggak, belum tentu dapat difahami oleh orang Jepang bahwa anda menulis angka "tujuh".


Sembilanbelas, Orang jepang rela mengantri di depan toko lama, bahkan berhari2, untuk mendapat barang sale, atau tiket pertunjukan/pertandingan favorit.


Dua puluh, Orang jepang kalau sudah ngefans pada sesuatu bisa menjadi sangat "gila". Misalnya bagi penggemar yakyuu (baseball), pertemanan, bahkan rumah tangga bisa bubar krn beda tim yang didukung.
ps. saat ini ibu-ibu jepang lagi kena wabah bintang film Korea: "Yon-sama". Tentang ini baca artikel lengkapnya di blog Emil


Monday, November 22, 2004

Cerita Weekend [3]

Seperti biasa, acara weekend..harus "beredar" dong . Target minggu ini, cari omiyage (oleh-oleh) untuk ke Indonesia bulan depan.

Sabtu; cari-cari digital video camera, pesenan sepupu si mas. Berhubung si pemesan kasih batasan anggaran rada2 mefet..jadi agak pusing jg cari barangnya. OK lah..yg penting syukur gambar bisa keluar di tipi ..gitu si mas bilang. Kesannya kayak yg ga rela dititipin pesanan ya..hehe
Udah ngublek keluar masuk toko elektronik, giliran perut protes nih..berhubung lokasi masih seputar Saizeriya, yah jadinya makan siang di sana deh.
Dasar Nanda saking udah apal bolak-balik ke daerah sana, selesai makan ngajak ke Nishimatsuya
Nah..kl ke Nishimatsuya, yg demen emaknya deh, karena bisa ..ci'uuyy. Niatnya sih mo cari baju-baju tebel untuk musim dingin Nanda, ehh dapetnya malah celana jeans sama blus putih, kata Nanda untuk nanti ke Indonesia ketemu Nini. Welehh, udah pinter milih baju sendiri euy si Nanda .

Minggu; dari semalemnya udah direncana mo cari oleh-oleh makanan aja utk ke Indonesia.
Masih jam 10 pagi, langsung meluncur ke Itoyokado. Makanan khas Jepang yg dituju, berhubung liat harganya kok muahal-muahal , banting setir ke supermarketnya..cari coklat ajah. Trus juga dapet abon a la Jepang yang serba ikan-ikanan itu.
Pikir punya pikir, akhirnya diputuskan teuteup beli snack khas Jepang, tapi cukup untuk keluarga "serius" aja. Misal, keluarga besan Ibu-Apa' getoo. Untuk anak-anak, para sepupu, dan teman temin mah, cukup coklat itu tadi..hihi kejam yah.

Haiyaah, ternyata waktu sebulan itu serasa 1 tahun yah kalau dinanti-nanti banget. Udah kebayang dah,..bakso Malang..nantikan daku, Rujak cingur...ku kan datang !! Pecel Kawi..masih adakah kau??
Pokokna dipuas-puasin .. jangan sampe ada yg terlewat , kl sampe ada yg kelewatan ga didatengin..bakalan nyesel 7 turunan deh kayaknya .

Friday, November 19, 2004

Hoikuen..oh Hoikuen

Pagi-pagi dah janjian sama Matsubara sensei, disuruhnya ambil someisho (surat pernyataan) sebagaimana yg telah belio janjikan kemarin lusa.
Sekalian sama Ayahnya Nanda udah janji ketemuan di kelasnya sensei.
Belio bilang.."Buruan setor ke Ishima Hoikuen, hari ini"
"Haiiikk!", setelah basa basi dikit dengan belio, paling hobi kl ngrumpiin sensei-sensei di daigaku (kampus) tuh, langsung kami meluncur ke Ishima Hoikuen.

Sampe di sana, ternyata si sensei dah nelpon duluan ke Kepsek Hoikuen, bahwasannya akan ada seorang INDONESIA bernama "Erusa" (nama elsa jd Erusa deh gara2 lidah Nihonjin) akan mendaftarkan anaknya ke Hoikuen lengkap membawa surat2 pendukung pendaftaran tersebut.
Hi hi hi..bener-bener dah itu sensei ga tanggung-tanggung kl dukung elsa masukkan Nanda sekolah.

Yang dikhawatirkan terbukti sudah..
Si Kepsek ngomentarin jadwal belajar bs Jepang elsa yg cuman 1,5 jam/hari meski dah tiap hari itu juga. Dibilangnya, "Ooh, waktu belajarnya pendek ya"...glekkk, duh..alamat ini mah.
Tapi,..dasar orang Jepang, demen basa basi,..teuteup dia bilang, dia akan ganbatte (berusaha keras) supaya Nanda bisa diterima di sana. Urusan seleksi penerimaan diserahkan ke Shiyakusho, tetap atas beberapa rekomendasi dari hoikuen ybs.

Yah,..utk menghibur diri, anggap daftar ke Hoikuen iseng-iseng berhadiah.
Meski sangat berharap akan hadiahnya..

Wednesday, November 17, 2004

Nanda sekolah (?)

Akhir tahun seperti bulan November-Desember sekarang ini, di Jepang lagi rame-ramenya orang tua ngurusin masuk sekolah anak-anaknya. Tahun ajaran di Jepang dimulai bulan Maret/April, jadi dari bulan Nov/Des sudah banyak sekolah-sekolah mulai promosi dan mulai buka pendaftaran.

Ceritanya, elsa juga lagi bingung, Nanda mau dimasukkan Youchien ato Hoikuen.
Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, at least di mata seorang gaijin (foreigner) seperti kami ini. Masing-masing memberi peluang diterima juga peluang ditolak.
Pertimbangan kami,..
1. Biaya
2. Jarak sekolah dgn tempat tinggal

Elsa pribadi sih cenderung pengen sekolahkan Nanda di Youchien.
Alasannya :
1. Total biaya masukkan anak ke Youchien lebih murah banding ke Hoikuen
2. Muatan pendidikan utk perkembangan kreatifitas anak lebih banyak Youchien.
3. Nanda sendiri pas ditanya jawabnya "Youchien, Mama!"..hehe meski yg ini ga bisa dijadikan alasan.

Masalahnya, youchien yg jadi pilihan kami ini, katanya hanya menerima 20 siswa berusia 3 tahun-an. Sedangkan pendaftar yg seusia Nanda, pasti lebih dari hanya 20 anak.
Yaa, katanya (lagi) sih nanti akan diundi..dari sekian pendaftar diundi utk 20 anak saja yg bisa diterima.
Kecil kemungkinan deh ..hiks, tapi..tetap semangat !!

Dekat rumah ada Hoikuen, cuman 3 mnt bersepeda.
Susahnya..di Jepang ini, dibolehkannya masukkan anak ke Hoikuen apabila kedua orang tua sama-sama sibuk, full activities, yg sama sekali kurang waktunya utk anak.
Lha dakuw inih,..kesibukannya apa ya .. paling2 sibuk ngublek di dapur doang, sibuk ngeblog, sibuk ngemail, sibuk nongkrongin kompie dah !.. payah ya !

Akhirnya, hari ini tadi elsa telpon sensei Nihongo, untungnya dia super baek banget, loyal bgt. Ga kayak kebanyakan orang jepang yg super ja'im.
Belio ini memang concern banget sama urusan sekolah anak. Masa belio bersedia membuatkan surat pernyataan bahwasannya yg bernama "elsa ermira" setiap harinya dari pagi sampe siang belajar bhs Jepang dengan alasan sesampainya di Indonesia nanti akan bekerja pd sebuah perusahaan jepang yg mengharuskan bhs Jepang sbg alat komunikasi sehari-hari.
Hehehe..opo ra ebad..saking baeknya belio.
Tumben2an ada orang Jepang, bisa diajak ngakal-ngakalin alasan. Padahal jelas2 sejak Nanda di Jepang, acara belajar bhs Jp elsa berhenti sama sekali.

Yaa..sudahlah, mudah2an usaha belio ini ga sia-sia.
So,..kayaknya bakalan masukkan application ke Hoikuen dan Youchien nih. Tinggal di mana Nanda diterimanya ya di situ nanti Nanda sekolah.

Tuesday, November 16, 2004

Hari-hari Lebaran

Hari pertama lebaran, Minggu, kami shalat Id di Ryuugakusei Kaikan (Int'l Student House). Untungnya Nanda bisa diatur, mau dibangunkan lebih awal..jadi jam 8 lewat dikit kami udah siap berangkat dari 'apato' ke Kaikan. Shalat dimulai pukul 8.30 lebih dikit. Imam dan khatibnya orang Mesir..ampun dah ceramahnya pake bahasa Arab..huwaaa seandainya saja daku faham bahasa Arab .
Berhubung lebaran jatuh hari minggu,..alhamdulillah yg dateng shalat buanyaakk banget. Terutama memang yg sangat kita harapkan banyak dateng adalah teman-teman kenshusei (trainee ). Kalau saja lebaran tidak jatuh pada hari minggu, kasian mereka, pasti susah utk mendapat ijin dari kaisha-nya (perusahaan)
Abis shalat..kita makan bareng dengan semua jamaah, seadanya..kebetulan yg masak orang Indonesia + Malaysia. Menunya,.. Ayam masak kicap (Malay) dan gulai kambing (Indonesia), ga ketinggalan acar segernya.

Foto-foto lebarannya bisa diliat di sini

Pulang dari Kaikan..dah siang jam 12 an, sampe apato langsung telpon orang tua, saudara-saudara. Ngiriii deh dengar cerita suasana lebaran di Indonesia.. hiks.

Hari kedua lebaran, senin kemaren..rasanya udah ga berasa lebaran. Yang tersisa cuman sepiring nasi kuning dan sambal goreng ati kentang, plus beberapa gelintir nastar dan kastengel. Hehe bikinnya juga ga banyak sih,..jd hari kedua ya pantes aja tinggal beberapa gelintir .
Sepulang Ayah dari kampus, abis makan siang , kami ke Imigrasi..urus surat re-entry permit. Pan ceritanya desember nanti kita mau mudik....hi hi
Dari kantor Imigrasi, terus ke Shiyakusho (BalaiKota)..nanya-nanya informasi utk sekolah Nanda.
Nandanya dah ngebet pengen sekolah..hehe lebih ngebet lagi mamanya sih. Abisnya kesian liat Nanda ngublek aja di rumah dan taman, biar banyak temen deh..di sekolah pasti Nanda lebih seneng.
Pasti dibilang juga lebih seneng lagi emaknya kali yeee... hehehe leluasa dah di rumah. Ga ding !!

Nanda sendiri kalo iseng elsa tanya..
M : "Nanda pengen sekolah ga?"
N : "iya, sekolah, Mama"
M : "Mau di Hoikuen apa di Youchien"
N : "Youchien!!"
Gaya ngejawabnya seolah nanda tau betul beda youchien dan hoikuen..hehe
Tapi bener deh..tiap ditanya, jawabnya keukeuh yg itu.
Sekali youchien tetap Youchien,Mama!



*Hoikuen = playgroup
*Youchien = kindergarten

Saturday, November 13, 2004

1 Syawal 1425 H

Sedih memang harus berpisah dengan bulan yg penuh berkah dan hidayah-Nya.
Terimakasih utk saudara-saudaraku yang telah berkenan menyampaikan selamat Hari Raya utk elsa sekeluarga.

Demikian pula elsa..

Selamat Hari Idul Fitri
1 Syawal 1425 H
Taqabbalallaahu minna wa minkum
"Semoga Allah menerima (amalan) dari kita dan menerima (amalan) dari engkau"
Mohon dimaafkan lahir bathin atas segala khilaf dan alpa

Ya Allah.. tetapkanlah aku dalam imanku, senantiasa mengingat Mu dan dekatkan hati ini senantiasa dekat dengan Mu,
Ya Allah.. peliharalah iman ini dan hati serta lidah dari perbuatan yang tidak Engkau ridhai,
Ya Allah..
Perkenankan kami Kau pertemukan kembali dalam bulan penuh berkah-Mu..Amiin

Thursday, November 04, 2004

Another flashback story

Hihii..heran ya, ga sengaja bisanya posting blog selalu kebeneran hari Kamis. Merdeka dah,..ga ada yg gangguin ngetik. Nanda dah bobo sama Ayahna.

Wiken minggu lalu, 2 hari berturut-turut sabtu dan minggu bikin kue utk acara Matsuri (Festival) di OPIEF. Sabtu bikin molen dan pastel masing-masing 50 biji
Minggu dilanjut bikin pastel dan molen masing-masing 25 biji.
Berhubung acara Matsurinya dimulai jam 10 pagi, jadinya kita bikin abis subuh deh..hiks jadi ga sempet tidur lagi, teler..teler dah . Berhubung laku semua jd ilang cape deh..senaanngg.. lariss manisss.
Btw, Minggu pagi sempet jalan-jalan ber-3 ke Kodomo no Mori (Hutannya anak-anak).
Liat Nanda maennya seru..jadi seru juga yg nonton. Berani-beraninya itu Nanda gantung-gantung di tali kayak tarsan gitu deh...
Masih ingat betul masa-masa hamil nanda juga ketika melahirkan..
Rasanya baru "kemarin" Nanda bayi selalu elsa timang..






"KETIKA AKU MENJADI SEORANG IBU"

Kurang dari satu bulan setelah kami menikah, tanggal yg seharusnya elsa dapet "tamu"..eh ternyata kok ga keluar-keluar nih. Wah..udah dag dig dug,..jangan-jangan..., lewat seminggu ga keluar juga..beli test pack..alhamdulillaaaahh..emang bener, perut elsa udah ada bakal dedenya.
Langsung besoknya dianter Ibu, ke DSOG..periksa urine dan hasilnya memang betul positif, juga pas USG..mulai nampak di layar monitor satu titik kecil bakal janin.
Sejak itu,.. rasanya elsa sudah jadi IBU,..senang, haru, bangga, sekaligus was-was..kira-kira elsa bisa nggak ya jadi Ibu yg baik, bisa nggak ya nanti mendidik anak menjadi insan sholih/sholihah, dan lain-lain harapan positif terhadap si anak.

Selama hamil dari bulan-bulan pertama elsa sering pingsan, nyaris sebulan sekali selalu ada acara pingsan. Padahal cek tekanan darah dan lain-lain normal semua. Puncaknya, persis minggu ke-26 kehamilan, elsa didiagnosa mengidap Demam Berdarah.
Ya Allah,..cobaan-Mu terasa demikian berat. Mana elsa hamil jauh dari suami,..dikasih sakit pula. Kurang lebih 10 hari elsa dirawat di RS, ditangani spesialis penyakit dalam juga DSOG. Saat itu yg ada di pikiran elsa, diutamakan keselamatan bayi dalam kandungan, kalau perlu harus dikeluarkan lebih awal daripada harus ikut menanggung akibat obat-obatan penangkal virus DB,..kenapa tidak? DSOG elsa pun saat itu sudah memberikan alternative, seandainya terjadi hal-hal yg tidak diinginkan, elsa harus siap dengan segala kemungkinan.

Sejak awal kehamilan, kena flu pun minum obat elsa hindari, ternyata malah 10 hari dirawat di RS, elsa terpaksa menelan obat, belum lagi yg harus dimasukkan lewat selang infus. Hanya kepada-Nya elsa meminta, kalau memang sakit ini Allah beri untuk elsa, elsa ikhlas menjalaninya. Insya Allah sakit yang elsa jalani ini, sebagai tanda Allah sayang sama elsa, Allah ingatkan elsa agar semakin dekat dengan-Nya.
Melihat begitu banyak "unsur kimia" yang masuk ke tubuh elsa, sudah pasrah..apapun yg berlaku pada anak kami kelak..kami tetap sayang.

Setelah 9 bulan lebih, akhirnyaaa yang ditunggu-tunggu lahir juga. Proses melahirkan, cukup membuat elsa sadar betapa perjuangan seorang Ibu demi anak yg dikandungnya, anak yg dinanti-nanti, anak yg kelak menjadi kebanggaannya.
Untungnya saat melahirkan, suami bisa datang mendampingi, meski itupun hanya satu minggu setelah melahirkan harus kembali meninggalkan kami.
Karena ketuban sudah pecah dan sangat kotor (hijau) sedangkan Nanda bayi tidak juga mengajak keluar, akhirnya dokter menyarankan supaya ambil Sectio Cesar saja. Proses operasi alhamdulillah lancar, begitu terdengar suara tangis bayi..dan suster menunjukkan bayi mungil itu pada elsa, hilang semua rasa sakit dan lelah yg dirasa ketika kontraksi berganti dengan rasa lega dan bahagia. Lagi-lagi, terimakasih ya Allah,..kau beri kami, anak yg cantik, sehat tidak kurang suatu apa. Kekhawatiran elsa akibat obat-obatan yg dikonsumsi ketika dirawat di RS, sama sekali tidak terbukti.

Sekarang Nanda bayi sudah menginjak usia 3 tahun, bangganya elsa menjadi ibunya, karena dia tumbuh menjadi anak yg riang, cerdas, dan sangat memudahkan elsa dalam mengasuhnya selama ini. Semoga demikian seterusnya..amiin.